@Facebook : Afandi Taher
Memang terlihat sulit untuk mengetahui mana yang manfaat dan yang mudhorot, kalau bicara enak semua pasti memilihnya, tapi apakah enak menjadi sebuah patokan agar dapat dipilih? Saya rasa, gula yang manis dapat menjadi pahit andai tak bisa menikmatinya, tapi kopi pahit yang diseduh dengan sedikit gula mengajarkan kita bahwa pahitnya hidup dapat dinikmati.
Ok fix, sekarang kita bahas kopi, Apa anda sekedar penikmat kopi? Atau mendalami filosofinya? Beruntung bagi yang membaca tulisan ini.
Jauh sebelum kopi dapat dinikmati ternyata melalu proses yang begitu lama dan keras, Singkatnya kopi di ambil dari pohon oleh para petani, ditumpuk dalam satu keranjang untuk kemudian dikupas kulit bagian luarnya dan dijemur panas biji kopi di bawah terik matahari, lalu digiling sampai halus menjadi bubuk hitam yang berharga, dikemas lalu dikirim ke berbagai markas penjualan, beruntung andai sampai ke cafe elite, tapi tak rugi walau berakhir di warung kopi sebrang jalan.
Belum sampai disitu, ketika bubuk kopi dimasukkan ke dalam gelas dan disiram air putih panas, maka hilanglah kopi tersebut. tapi tunggu dulu, apa kopi tersebut benar-benar hilang? Tentu tidak, bahkan kemurnian air putih itulah yang lenyap, dengan tanpa gejolak ternyata sebuah kopi dapat merubah sifat asli kejernihan air. Maka seorang bijak berkata "Manusia yang sukses, manusia yang dapat mempengaruhi orang lain untuk kesuksesan". Tentunya hanya penikmat kopi yang mampu melakukannya. Eittttsss.... Yang gak suka kopi jangan ngambek, kan ada teh manis!
Tunggu Tulisan saya Selanjutnya yah...
☺
☺

good
ReplyDeleteGood
ReplyDelete