Faktanya, setiap orang mempunyai keinginan. Tapi masalahnya,
mereka tidak pernah belajar,
Maka solusinya adalah iman kepada Tuhan.
setiap
manusia mempunyai sebuah keinginan, bahkan orang yang akan meninggal sekalipun
mereka sempat memberikan keinginan berupa harapan kepada keluarganya seperti
amanat atau wasiat, maka manusia tanpa keinginan sama halnya mati dalam
kehidupan. Maka begitu jelas bahwa keinginan dapat mendorong terwujudnya
sesuatu walau terkadang harus rela mengorbankan suatu hal lain.
Keinginan berarti harapan tetang
sesuatu yang akan terjadi sesuai apa yang diinginkannya dan banyak diantara
manusia yang menginginkan wujudnya suatu keinginan tersebut, terlepas dari
semua konsekuensinya mereka berlomba demi terwujudnya keinginan dan Terbesit
dalam setiap hasrat pribadi manusia bahwa keinginan menjadi mutlak adanya tanpa
memikirkan bagaimana ia akan menerima kegagalan dalam keinginannya. Maka sumber
malapetaka yang nyata adalah tercipta dari sebuah keinginan itu sendiri, ketika
keinginannya tidak menjadi kenyataan disitulah kita menderita.
![]() |
| Harapan itu kadang manis kadang pahit |
Efek suatu keinginan yang timbul
pada manusia, bisa saja berbuah manis karena keberhasilannya, maka tiada sakit
yang diderita bahkan kebahagiaanlah yang dirasakan oleh orang tersebut,
sehingga tinggal bagaimana dia mensyukuri nikmat tersebut atau justru
mengkufurinya. Maka seseorang yang beriman, dia percaya bahwa ada campur tangan
tuhan atas keberhasilannya, akan tetapi tidak jarang keberhasilan seseorang
dianggap sebagai hasil dari usahanya sendiri tanpa menghiraukan orang lain
bahkan tuhannya.
![]() |
| Jangan takut kehilangan sesuatu |
Tak sampai disitu, banyak pula
diantara keinginan yang tak berbuah manis
karena ketidakberhasilannya, disinilah kebahagiaan seolah sirna dalam
sekejap, harapan yang di damba-dambakan hancur seketika, seakan tak terima
dengan penderitaan dan tak percaya akan keadaan. Jiwa yang tak punya iman akan
menimbulkan penderitaan, tuhan yang semestinya menjadi tempat pengaduan justru
disalahkan atas kegagalannya dalam memenuhi harapan.
Semoga kita termasuk orang yang
beriman, yang bila mana mendapat kebahagiaan, menjadikan syukur sebagai pujian
kepada tuhan, dan bila mana mendapat kegagalan, menjadikannya sebuah pelajaran
tanpa menyalahkan tuhan.
Maka orang bijak berkata “Lebih baik kehilangan
sesuatu karena Allah, dari pada kehilangan Allah karena seuatu.”



Nice article
ReplyDelete